Kontroversi Peraturan Dan Pelarangan Import Borongan China

Salah satu dampak negative yang di berikan oleh kemajuan tekhnologi adalah maraknya pebisnis online yang sekarang lebih sering import borongan barang dari luar negeri terlebih china di karenakan china merupakan Negara yang mampu memberikan barang dengan harga yang relative lebih murah di bandingkan dari Negara lainnya, maka tak heran jika saat ini import borongan china kerap di temui di kantor bea cukai.

Import borongan memang terkadang rawan sekali dengan penyelewengan, maka dari itulah tak heran jika saat ini sudah keluar aturan tentang pelarangan import barang borongan jika memang di lakukan secara illegal, maka untuk pebisnis online khususnya yang import borongan dari Negara china kini harus lebih memilih barang apa saja yang akan di pergunakan untuk bisnis dan juga memilih import borongan yang legal lebih di utamkan.

Pada kenyataannya memang dengan memilih import borongan menguntungkan penjual online apa;agi jika produk yang di cari memang tidak ada produksinya di daam negri namun di sisi lain penyelewengan yang kerap terjadi saar import borongan menjadikan pelarangan import borongan akhirnya keluar, hal ini karena pertimbangan potensi merugikan penerimaan Negara dalam import borongan sangat berpengaruh.

Larangan tentang import borongan ini di nilai oleh beberapa pihak sangat mendadak sehingga kontroversi antara pebisnis online dan peraturan pemerintah yang ada setelah di keluarkannya aturan ini sangat terlihat sekali, dimana semenjak adanya peraturan ini ada banyak pebisnis yang akhirnya pailit, dan juga PHK juga ada di berbagai tempat yang dulunya bisnis di lakukan dengan cara import borongan dari berbagai Negara termasuk juga import borongan china.

Mengenai banyaknya hal yang bersangkutan dengan keuntungan dan kerugian Negara dengan pihak terkait setelah adanya larangan import borongan, seharunsnya memang import borongan di lakukan dengan cara yang legal saja sehingga baik Negara maupun pihak terkait tidak akan mengalami kerugian atau cara lain yang bisa di lakukan adalah Negara lebih memberikan bahan produksi yang memang di perlukan oleh pedagang online sehingga import borongan dari Negara lain bisa di netralisir.

Penertiban yang di lakukan oleh pemerintah untuk import borongan tampaknya bukanlah suatu hal yang menjadikan import borongan tertutup jalannya, jalan yang di tempuh melalui undername, begitulah forwarder menyebutnya. Pilihan jasa undername tersebut lebih aman dan mendapat izin resmi langsung dari importer resmi.

Pengawasan ketat bea cukai terhadap barang import kini memang menjadikan para pedagang yang bersaing untuk mendapatkan keuntungan makin mencari cara untuk memuluskan bisnisnya, termasuk dengan cara menggunakan jasa undername tersebut namun sempatkah berfikir bahwa semakin banyak import yang masuk maka suatu Negara akan terancam dengan inflasi?

Melihat perusahaan besar yang kini sudah mendapatkan izin dari pemerintah untuk import barang tentu karena alasan bahwa perusahaan tersebut telah memenuhi syarat dan mendapat pengawasan secara langsung oleh bea cukai, maka dari itu jika memang barang yangd I import memenuhi syarat tentu pihak bea cukai akan memberikan izin barang tersebut masuk dan jika sebaliknya maka pihak bea cukai tidak segan untuk mengembalikan barang tersebut ke Negara asal yang mengirimnya.

Penertiban yang sedemikian rupa memang sudah di fikirkan secara matang, walaupun pada akhirnya petisi yang datang kepada pemerintah menunjukkan bahwa ada kalangan tertentu yang menilai bahwa kebijakan tersebut terlalu dadakan dan bukan solusi yang tepat. namun sebagai warga Negara yang baik tentu jika mengikuti prosedur yang ada semua akan berjalan lancar untuk kebaikan.